Ujian Prakerin Project Based Learning Gelombang II Angkatan XVIII

Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan proyek yang menghasilkan satu produk. Keterlibatan siswa mulai dari merencanakan, membuat rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan pelaksanaannya. Pelaporan ini langsung diuji oleh IDUKA yang bersangkutan dengan jurusan masing-masing.
SMK Perbankan Riau melaksanakan Ujian Prakerin Project Based Learning Gelombang II Angkatan XVIII. Ujian tersebut dilaksanakan selama empat hari dimulai dari tanggal 6 Januari sampai 10 Januari 2021. Jurusan yang mengikuti ujian tersebut adalah Akuntansi dan Keuangan Lembaga, perbankan dan Keuangan Mikro, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Multimedia, serta Teknik Komputer dan Jaringan.
Ujian Prakerin Project Based Learning jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2021 yang diuji oleh Drs. H. Hardi, SH., MM., AK., CPA., CA., ACPAcc dari IKATAN AKUNTANSI INDONESIA (IAI) . Pada tanggal yang sama juga digelar Ujian Prakerin Project Based Learning Jurusan Multimedia yang diuji langsung dari PT. Riau Media Televisi (RTV) oleh Doni Eka Saputra, S.I.Kom dan Khairunnas .
Selanjutnya Ujian Prakerin Project Based Learning jurusan Perbankan dan Keuangan Mikro serta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2021, Jurusan PKM diuji langsung oleh Vera Yolanda, A.Md. & Afdiansyah, S.E. Dari PT. BANK BUKOPIN Tbk dan jurusan TKJ diuji oleh Teuku Muhammad Sukransyah, S.T & Suryadi dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII)
Jurusan terakhir yang melaksanakan ujian ini adalah jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran yang dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 10 Januari 2021 dari PT. PEPUTRA MASTERINDO yang diuji oleh Fitrawati, S.E., M.M., Ak.
Tujuan dari Project Based Learning ini adalah Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek, peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran, membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil produk nyata, serta mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola bahan atau alat untuk menyelesaikan tugas atau proyek.